1 april 2014
19 april 2014
Home » Informasi » 4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta

4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta

7 april Berakhir *

4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta – Postingan kali ini dari MediaBlogseo.info akan membahas info terbaru tentang 4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta semoga informasi tersebut bisa menambah pengetahuan sobat semua, para pembaca setia blog ini

Kemacetan di DKI Jakarta sudah memprihatinkan. Terlebih saat jam berangkat dan pulang kerja, mudah ditemukan kepadatan kendaraan di sejumlah ruas utama Ibu Kota, mengular hingga berkilo-kilo meter.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menangani penyakit akut tersebut. Mulai dari integrasi jalur Transjakarta dengan Kopaja, hingga pemberlakuan contra flow. Namun, masih saja kemacetan terjadi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menggelar rapat penanggulangan kemacetan dengan Dinas Perhubungan dan sejumlah lurah camat di Balai Kota, pada Rabu (10/7) kemarin. Dalam rapat tersebut, terungkap gagasan Ahok untuk mengatasi kemacetan.

Berikut empat solusi kemacetan Ahok yang dihimpun merdeka.com:

1. PKL dilarang duduki jalan, PKL harus KTP DKI

Ahok heran melihat ulah pedagang kaki lima di Jakarta. Mereka semena-mena menggunakan trotoar untuk menggelar lapak dagangan. Terlebih ketika datang Satpol PP mengusir, para pedagang tersebut seolah berada di pihak yang benar dengan melakukan perlawanan.

Kepada para camat, Ahok memerintahkan supaya dilakukan pembersihan para pedagang di trotoar dan memindahkannya ke lokasi dagang yang telah disediakan. Selain itu, untuk mengantisipasi adanya permasalahan selama penempatan, Ahok meminta supaya seluruh PKL ber-KTP Jakarta.

"Kalau anda duduk di jalan saya (Pemprov DKI), anda melanggar Perda. Anda melanggar peraturan haknya orang. Saya kira, kita hajar saja," kata Ahok .

2. Habisin pembeli di pinggir jalan, tilang!

Menjamurnya pada pedagang di trotoar, tak lepas dari kebiasaan malas warga Jakarta. Ahok mengatakan, warga Jakarta yang berkendara tentunya akan cenderung malas membeli sesuatu di dalam pasar. Dia akan lebih memilih memarkir kendaraan di pinggir jalan, dan membeli barang di trotoar. Hal inilah yang membuat lalu lintas macet.

Untuk kasus seperti ini, Ahok mendesak supaya polisi bertindak tegas dengan memberi sanksi tilang. "Caranya habisin pembeli. Jadi kalau dia berhenti, tilang. Kita minta Pak Polisi, Polantas untuk tilang. jadi siapa pun yang berhenti di situ, tilang. Ngotot berhenti jajan di situ, itu tilang, lama-lama dia pasti akan kapok," terang Ahok .

3. Jorok enggak apa-apa, yang penting lancar

Lalu lintas di sekitar Pasar Minggu ketika pagi hari selalu macet. Angkot dan kopaja yang ngetem sembarangan, ditambah pedagang sayuran yang berjubel, menambah runyam lalu lintas.

Terkait itu, Ahok menginstruksikan supaya para pedagang di trotoar diberi tenggat waktu jualan sampai pukul 07.00 WIB. Dengan catatan, kalau keberadaan mereka tak mengganggu pengguna jalan.

"Selama kepadatan lalu lintas masih baik, sampai jam tujuh enggak apa-apa. kalau masalah elok tidak elok, tak masalah, Jakarta sudah jorok begitu, yang penting sudah lancar. Kecuali jam tujuh sudah buat macet, terpaksa kita dorong tiap bulan bersihkan," terang Ahok .

4. Sentralisasi pedagang dari luar daerah

Jakarta masih menjadi magnet untuk warga dari daerah. Terlebih pada bulan Ramadan, banyak orang dari luar Jakarta memadati jalanan Ibu Kota, menjadi pedagang musiman di pinggir jalan. Kondisi itu tak pelak membuat lalu lintas macet.

Ahok memiliki rencana jangka panjang, menyelesaikan permasalahan itu. Menurutnya, Pemprov akan menjadikan PRJ Monas sebagai salah satu pusat perdagangan.

"Bank DKI buka di Bandung sama di Solo, cari anak muda mana yang produk bikin kreatif. Enggak punya modal, dipinjamin modal. Dagang ke mana? Kita siapin Monas nanti untuk showroom. Begitu kamu ngetop, silakan sewa toko sendiri. Jadi untuk pemula, kita siapkan tempat," terangnya.

http://www.merdeka.com/jakarta/4-sol…ar-daerah.html

Ayo pak ahok segera atasi kemacetan jakarta, hajar saja semua orang yang buat macet di jakarta… ane sebagai warga jakarta selalu dukung langkah pak ahok atasi macet di jakarta

salam Jakarta




Terima kasih sudah sudi mampir dan membaca sedikit ilmu dari www.mediablogseo.info semoga kalian senang dengan apa yang sudah saya berikan kepada anda semua.

Sumber artikel : http://idegue–news.blogspot.com/2013/07/4-solusi-jitu-ahok-untuk-atasi-macet-di.html

Incoming search terms:

  • video mesum bidan epong (15)
  • kelanjutan berita bidan epong (1)
Informasi » » » » » » »

Incoming search terms:

  • video mesum bidan epong (15)
  • kelanjutan berita bidan epong (1)
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

0 Komentar "4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta"



Halo, Silahkan Tinggalkan Komentarnya





Home » Informasi » 4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta

[ARB - MMD] Aburizal dan Mahfud Akui Cocok, Makan Siang Bersama di Bali

7 april Berakhir *

[ARB - MMD] Aburizal dan Mahfud Akui Cocok, Makan Siang Bersama di Bali – Selamat datang, Untuk posting kali ini Mediablogseo.info akan berbagi informasi tentang [ARB - MMD] Aburizal dan Mahfud Akui Cocok, Makan Siang Bersama di Bali . Semoga informasi yang saya berikan kali ini bisa berguna untuk kalian semua, untuk lebih jelasnya silahkan baca selengkapnya di bawah ini.

Quote:JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan salah seorang calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa, Mahfud MD, Sabtu (19/4/2014) siang, bertemu di sebuah restoran di Bali. Dari jamuan makan siang sekitar 1 jam 15 menit itu, keduanya merasa cocok. Meski demikian, langkah menggandengkan keduanya masih terlalu dini.

"Pak Ical merasa cocok dengan saya dan saya juga merasa cocok dengan Pak Ical," kata Mahfud yang dihubungi Kompas, Sabtu malam, di Jakarta.

Namun, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengelak saat ditanya apakah kecocokan yang dimaksud itu terkait kemungkinan keduanya menjadi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung bersama Partai Golkar dan PKB.

"Pak Ical tidak berbicara soal capres atau cawapres. Namun, saya tegaskan, saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Karena itu, Pak Ical akan ke Pak Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB)," ujar Mahfud yang mengaku diizinkan oleh PKB untuk melakukan kontak politik dengan siapa pun untuk pemilihan presiden mendatang.

Menurut Mahfud, dalam perbincangan setelah makan siang, Ical yang didampingi petinggi Golkar, Sharif Cicip Sutardjo, dan pengusaha Erwin Aksa menjelaskan, partainya saat ini sudah mengantongi 108 kursi di DPR. �Masih ada sekitar 7 kursi yang akan bertambah. Jadi, kalau mendapatkan 7 kursi lagi, jumlah kursi Golkar 115. Ini bisa mengajukan capres dan cawapres sendiri," tutur Mahfud yang datang ditemani seorang ajudan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, selama ini Mahfud memang termasuk tokoh yang sering disebut-sebut selain Pramono Edhie Wibowo dan Soekarwo.

Menurut Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Rully Chairul Azwar, Ical sebagai capres harus membuka peluang sebesar-besarnya kepada siapa pun yang akan memperkuat pasangan tersebut.

Tunggu perkembangan
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Makassar, Sulawesi Selatan, kembali menyatakan kesiapannya jika diminta mendampingi Joko Widodo sebagai wapres. Sebagai anak bangsa yang ingin berbakti, Kalla mengaku siap setiap saat mengabdi.

Sejauh ini Kalla mengatakan masih menunggu dan melihat perkembangan, termasuk dari sejumlah partai. "Kalau siap, ya, sebagai anak bangsa kita harus siap kapan saja. Kalau itu untuk bangsa, kita semua harus siap. Namun, kita lihat saja perkembangan yang terjadi. Sejauh ini saya belum bertemu Ibu Mega, Jokowi, jadi kita tunggu saja," katanya.

Ditanya soal rencana pertemuan antara dirinya, Megawati, dan Jokowi di Bali, Kalla mengaku belum tahu dan belum mendapat kabar. Kalla juga mengatakan akan ada perkembangan dari sejumlah partai, termasuk soal koalisi, dalam beberapa hari ke depan.

"Kemarin, kan, PPP sudah, besok akan ada partai lain. Lihat saja perkembangan. Politik di Indonesia berubah sangat cepat, jadi tunggu saja,� ujar Kalla.

Dalam acara Temu Tokoh dan OSIS Nasional di Aula SMP Athirah, Makassar, Kalla menjawab sejumlah pertanyaan peserta. Dalam tanya jawab soal kepemimpinan, Kalla, antara lain, mengatakan pentingnya persatuan dan kebersamaan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Sejauh ini, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, yang dilaporkan akan bertemu Kalla, tengah memanfaatkan libur panjang bersama keluarganya di Bali hingga Senin (21/4).

Dukungan alumni ITB
Di Jakarta, Sebanyak 464 alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tersebar di sejumlah daerah dan negara mengumpulkan petisi untuk mendukung capres PDI-P, Joko Widodo.

Ammarsjah, alumnus Jurusan Elektro ITB tahun 1984, yang pernah dipenjara rezim Orde Baru, dalam jumpa pers bersama ratusan alumnus, Sabtu, mengatakan, untuk kedua kalinya, alumni ITB membuat petisi setelah pada 1998 membuat langkah serupa dengan membuat pernyataan menolak Presiden Soeharto.

"Kami membuat petisi pada 11 Februari 1998 yang ditandatangani 234 alumnus ITB. Kami memberikan dukungan kepada Jokowi karena dirinya adalah simbol putusnya kekuasaan orang-orang Orde Baru. Saat ini adalah momen untuk memutus hubungan dengan rangkaian kekuasaan masa lalu yang menindas rakyat dan masih berusaha memimpin negara ini," ungkapnya.

Ammarsjah menyatakan, dukungan kepada Jokowi didasari pelaksanaan 15 tahun reformasi yang telah berlalu, tetapi negara dan pemerintahan belum juga mampu berjalan ke arah cita-cita proklamasi negara Republik Indonesia. Korupsi kian marak dan merajalela, kepastian hukum tidak ditegakkan, berkembangnya sikap tidak menghargai toleransi yang menimbulkan rasa cemas, dan ketakutan kelompok minoritas.

"Rekam jejak dan integritas Jokowi telah menginspirasi dan memberikan harapan. Kami percaya Jokowi akan mengutamakan dialog ketimbang monolog, menjauhkan kita dari ketakutan dan teror, menegakkan kemanusiaan dan penghormatan hak asasi manusia, memberikan kesempatan yang sama terhadap setiap orang, serta memastikan tidak ada yang terabaikan,� ujar Ammarsjah.

Firdaus Ali, alumnus Jurusan Teknik Lingkungan 1982, yang mengajar di sebuah perguruan tinggi negeri, menambahkan, banyak alumnus yang jadi pegawai negeri memberikan dukungan diam-diam. "Kami mendukung Jokowi karena mendukung perubahan. Kalau kelak Jokowi menyimpang, kami akan bertindak tegas. Dalam diskusi dengan mahasiswa, yang umumnya lahir tahun 1990-an dan tak mengalami represi serta kekerasan Orde Baru, banyak yang mengidamkan pemimpin hebat, tegas, dan berani," kata Firdaus.

Ketua Dewan Kehormatan PDI-P Sidarto Danusubroto bersama Pramono Anung, yang hadir, menyambut baik petisi para alumnus ITB tersebut.

Hatta dan Anis juga dikaji
Menyusul penolakan mahasiswa ITB terhadap Jokowi karena tak ingin ada politisasi di Kampus ITB, Senat Akademik ITB akan mengeluarkan keputusan soal netralitas kampus menghadapi pilpres. Kedatangan Jokowi ke ITB sebenarnya untuk penandatanganan nota kesepahaman (MOU) penyelesaian masalah tata kota dan pariwisata di Jakarta, selain memberikan kuliah umum.

Menurut Wakil Rektor ITB Bidang Komunikasi, Kemitraan, dan Alumni Hasanuddin Zainal, perlu dipahami makna netralitas itu bisa netral dengan sepenuhnya menerima semua calon presiden atau netralitas yang steril. "Artinya, tak menerima semua capres. Namun, sebuah perguruan tinggi seharusnya menerima semua capres untuk diuji secara akademik atau ilmiah," ujarnya.

Menurut dia, rektorat juga tengah mengkaji rencana salah satu himpunan mahasiswa yang akan mengundang Presiden PKS Anis Matta dan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa. (ONG/REN/HAR)

http://indonesiasatu.kompas.com/read…ersama.di.bali

sumber

Terima kasih sudah membaca berita dan info terbaru dari www.mediablogseo.info semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua.

Informasi » » » » » » » »
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

0 Komentar "[ARB - MMD] Aburizal dan Mahfud Akui Cocok, Makan Siang Bersama di Bali"