1 april 2014
21 mei 2014
Home » Informasi » 4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta

4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta

7 april Berakhir 22 mei

4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta – Postingan kali ini dari MediaBlogseo.info akan membahas info terbaru tentang 4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta semoga informasi tersebut bisa menambah pengetahuan sobat semua, para pembaca setia blog ini

Kemacetan di DKI Jakarta sudah memprihatinkan. Terlebih saat jam berangkat dan pulang kerja, mudah ditemukan kepadatan kendaraan di sejumlah ruas utama Ibu Kota, mengular hingga berkilo-kilo meter.

Berbagai upaya telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menangani penyakit akut tersebut. Mulai dari integrasi jalur Transjakarta dengan Kopaja, hingga pemberlakuan contra flow. Namun, masih saja kemacetan terjadi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menggelar rapat penanggulangan kemacetan dengan Dinas Perhubungan dan sejumlah lurah camat di Balai Kota, pada Rabu (10/7) kemarin. Dalam rapat tersebut, terungkap gagasan Ahok untuk mengatasi kemacetan.

Berikut empat solusi kemacetan Ahok yang dihimpun merdeka.com:

1. PKL dilarang duduki jalan, PKL harus KTP DKI

Ahok heran melihat ulah pedagang kaki lima di Jakarta. Mereka semena-mena menggunakan trotoar untuk menggelar lapak dagangan. Terlebih ketika datang Satpol PP mengusir, para pedagang tersebut seolah berada di pihak yang benar dengan melakukan perlawanan.

Kepada para camat, Ahok memerintahkan supaya dilakukan pembersihan para pedagang di trotoar dan memindahkannya ke lokasi dagang yang telah disediakan. Selain itu, untuk mengantisipasi adanya permasalahan selama penempatan, Ahok meminta supaya seluruh PKL ber-KTP Jakarta.

"Kalau anda duduk di jalan saya (Pemprov DKI), anda melanggar Perda. Anda melanggar peraturan haknya orang. Saya kira, kita hajar saja," kata Ahok .

2. Habisin pembeli di pinggir jalan, tilang!

Menjamurnya pada pedagang di trotoar, tak lepas dari kebiasaan malas warga Jakarta. Ahok mengatakan, warga Jakarta yang berkendara tentunya akan cenderung malas membeli sesuatu di dalam pasar. Dia akan lebih memilih memarkir kendaraan di pinggir jalan, dan membeli barang di trotoar. Hal inilah yang membuat lalu lintas macet.

Untuk kasus seperti ini, Ahok mendesak supaya polisi bertindak tegas dengan memberi sanksi tilang. "Caranya habisin pembeli. Jadi kalau dia berhenti, tilang. Kita minta Pak Polisi, Polantas untuk tilang. jadi siapa pun yang berhenti di situ, tilang. Ngotot berhenti jajan di situ, itu tilang, lama-lama dia pasti akan kapok," terang Ahok .

3. Jorok enggak apa-apa, yang penting lancar

Lalu lintas di sekitar Pasar Minggu ketika pagi hari selalu macet. Angkot dan kopaja yang ngetem sembarangan, ditambah pedagang sayuran yang berjubel, menambah runyam lalu lintas.

Terkait itu, Ahok menginstruksikan supaya para pedagang di trotoar diberi tenggat waktu jualan sampai pukul 07.00 WIB. Dengan catatan, kalau keberadaan mereka tak mengganggu pengguna jalan.

"Selama kepadatan lalu lintas masih baik, sampai jam tujuh enggak apa-apa. kalau masalah elok tidak elok, tak masalah, Jakarta sudah jorok begitu, yang penting sudah lancar. Kecuali jam tujuh sudah buat macet, terpaksa kita dorong tiap bulan bersihkan," terang Ahok .

4. Sentralisasi pedagang dari luar daerah

Jakarta masih menjadi magnet untuk warga dari daerah. Terlebih pada bulan Ramadan, banyak orang dari luar Jakarta memadati jalanan Ibu Kota, menjadi pedagang musiman di pinggir jalan. Kondisi itu tak pelak membuat lalu lintas macet.

Ahok memiliki rencana jangka panjang, menyelesaikan permasalahan itu. Menurutnya, Pemprov akan menjadikan PRJ Monas sebagai salah satu pusat perdagangan.

"Bank DKI buka di Bandung sama di Solo, cari anak muda mana yang produk bikin kreatif. Enggak punya modal, dipinjamin modal. Dagang ke mana? Kita siapin Monas nanti untuk showroom. Begitu kamu ngetop, silakan sewa toko sendiri. Jadi untuk pemula, kita siapkan tempat," terangnya.

http://www.merdeka.com/jakarta/4-sol…ar-daerah.html

Ayo pak ahok segera atasi kemacetan jakarta, hajar saja semua orang yang buat macet di jakarta… ane sebagai warga jakarta selalu dukung langkah pak ahok atasi macet di jakarta

salam Jakarta




Terima kasih sudah sudi mampir dan membaca sedikit ilmu dari www.mediablogseo.info semoga kalian senang dengan apa yang sudah saya berikan kepada anda semua.

Sumber artikel : http://idegue–news.blogspot.com/2013/07/4-solusi-jitu-ahok-untuk-atasi-macet-di.html

Incoming search terms:

  • video mesum bidan epong (16)
  • kelanjutan berita bidan epong (1)
Informasi » » » » » » »

Incoming search terms:

  • video mesum bidan epong (16)
  • kelanjutan berita bidan epong (1)
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

0 Komentar "4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta"



Halo, Silahkan Tinggalkan Komentarnya





Home » Informasi » 4 Solusi Jitu Ahok untuk atasi macet di Jakarta

Jenderal Moeldoko Banting Jam Tangan ‘Felippe Massa’ di Hotel Borobudur

7 april Berakhir 22 mei

Jenderal Moeldoko Banting Jam Tangan ‘Felippe Massa’ di Hotel Borobudur – Selamat datang, Untuk posting kali ini Mediablogseo.info akan berbagi informasi tentang Jenderal Moeldoko Banting Jam Tangan ‘Felippe Massa’ di Hotel Borobudur . Semoga informasi yang saya berikan kali ini bisa berguna untuk kalian semua, untuk lebih jelasnya silahkan baca selengkapnya di bawah ini.

6059204 20140423125701 Jenderal Moeldoko Banting Jam Tangan Felippe Massa di Hotel Borobudur

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko ingin membuktikan bahwa jam tangan Richard Mille seri RM 011 Felippe Massa yang dia kenakan palsu. Moeldoko pun tak sayang-sayang untuk membantingnya. Usai acara di Hotel Borobudur, Jakarta, Moeldoko membanting arloji itu ke lantai.

"Ini nih lihat," kata Moeldoko sambil membanting jam itu, Selasa (23/4/2014).

Karena jam murah itulah Moeldoko tak sungkan membantingnya. Bukan berharga semiliaran seperti yang ditulis media Singapura. Moeldoko membeli jam tangan itu Rp 4,7-5 juta.

Saat Moeldoko membanting jam tangan itu sejumlah wartawan dan perwira TNI sempat kaget. Namun dengan senyum-senyum Moeldoko meminta wartawan melihat sendiri. Meski telah dibanting, jam tangan itu tak lecet sama sekali. Kondisinya masih bagus, tak rusak.

Hingga kemudian seorang ajudan mengambil jam tangan itu, dan mengembalikannya ke Moeldoko. Kemudian wartawan sempat memegang jam tangan yang cukup berat itu.

"Ini lihat saja," kata Moeldoko.

Tapi sayangnya Moeldoko tak mau membuka di mana dia membeli jam tangan palsu yang tahan banting itu. "Beli di mana-mana, ini banyak, oke?" tutur dia.

http://news.detik.com/read/2014/04/2…otel-borobudur

masih ga percaya gan? matabelo1 Jenderal Moeldoko Banting Jam Tangan Felippe Massa di Hotel Borobudur

Quote:Tapi sayangnya Moeldoko tak mau membuka di mana dia membeli jam tangan palsu yang tahan banting itu. "Beli di mana-mana, ini banyak, oke?" tutur dia.

terlalu dah lo pade ributin yg beginian capedes Jenderal Moeldoko Banting Jam Tangan Felippe Massa di Hotel Borobudur
http://www.bidinski.com/richard-mill…hina-1292.html

sumber

Terima kasih sudah membaca berita dan info terbaru dari www.mediablogseo.info semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua.

Informasi » » » » » » » »
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

0 Komentar "Jenderal Moeldoko Banting Jam Tangan ‘Felippe Massa’ di Hotel Borobudur"