1 april 2014
berakhir 1 agustus 2014
berakhir 6 september
berakhir 16 juli
Home » Informasi » Jalannya Pertandingan Indonesia Lawan China

Jalannya Pertandingan Indonesia Lawan China

Berakhir 22 mei

Jalannya Pertandingan Indonesia Lawan China – Selamat datang, Untuk posting kali ini Mediablogseo.info akan berbagi informasi tentang Jalannya Pertandingan Indonesia Lawan China . Semoga informasi yang saya berikan kali ini bisa berguna untuk kalian semua, untuk lebih jelasnya silahkan baca selengkapnya di bawah ini.

Timnas Jalannya Pertandingan Indonesia Lawan China
Tim Indonesia rayakan gol

pusawi.blogspot.com - Sempat tertinggal lebih dulu, Indonesia berhasil memaksa China bermain imbang 1-1 pada matchday ketiga Grup C Kualifikasi Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (15/10/2013) malam. Dengan hasil ini, Indonesia tetap berada di dasar klasemen dengan mengoleksi satu poin. Sementara China di peringkat kedua dengan merangkum empat poin.

Pelatih Jacksen F Tiago mengandalkan duet Boaz dan Greg Nwokolo dalam laga ini. Duet tersebut ditopang oleh kuartet Ahmad Bustomi, Taufiq, dan Slamet Nurcahyono di lini tengah.

Namun, pada 15 menit pertama, Indonesia bermain dalam tekanan. Beberapa kali, gawang Garuda yang dikawal oleh I Made Wirawan mendapatkan ancaman dari China yang lebih menyerang dari sektor sayap.

Begitu menguasai bola, Indonesia juga sulit menembus kotak penalti China. Indonesia bermain terlalu terburu-buru dengan melepaskan long pass yang kerap tak tepat sasaran. Tidak hanya itu, Indonesia juga sering kali melakukan kesalahan saat melepaskan umpan kepada rekannya.

Setelah 15 menit pertama, Boaz terlihat bertukar posisi dengan Greg. Saat ini, pemain Persipura tersebut bermain di sisi kiri.

Indonesia terlihat bermain lebih sabar dengan memeragakan umpan-umpan pendek. Namun, usaha tersebut harus kandas karena kesalahan yang dibuat pemain Indonesia sendiri. Pada menit ke-23, misalnya, Taufik berhasil mengirimkan bola kepada Tinus Pae. Tetapi, Tinus kurang sempurna saat mengembalikan bola kepada Taufik.

Bahkan, bola berhasil dicuri oleh salah satu pemain China dan kemudian melepaskan umpan ke dalam kotak penalti Indonesia. Beruntung, peluang tersebut gagal diselesaikan oleh China.

China tak membiarkan Indonesia mengembangkan permainannya. Sebuah tembakan keras Yang Hao yang dilepaskan dari luar kotak penalti nyaris menjadi malapateka bagi Indonesia pada menit ke-30. Namun, bola hasil tembakan Yang Hao masih membentur kepala Victor Igbonefo.

Gawang Indonesia akhirnya benar-benar kebobolan tiga menit kemudian. Salah satu pemain China di dalam kotak penalti Indonesia berhasil melepaskan umpan pendek kepada Wu Xhi setelah mengecoh Victor. Wu Xi dengan tenang berhasil menyarangkan bola.

Tak berselang lama, Yu Dabao berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan bola rebound dari tendangan bebas salah satu pemain China. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menilai Yu Dabao sudah terperangkap offside. Hingga turun minum, Indonesia tetap tertinggal 0-1.

Indonesia baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-67 berkat gol yang diciptakan Boaz. Gol berawal dari kecerdikan Ahmad Bustomi memberikan bola kepada Boaz dengan kepalanya. Bola umpan dari Bustomi tersebut langsung disambut Boaz dengan sepakan keras yang membuat bola bersarang ke tengah gawang China.

Jacksen kembali melakukan perubahan setelah kedudukan imbang 1-1. Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut memasukkan Vendry Mofu untuk menggantikan Bustomi.

Pada menit ke-80, Indonesia memiliki peluang emas melalui penetrasi Ruben Sanadi yang berhasil menembus kotak penalti China. Namun, bek Persipura tersebut terlalu buru-buru melepaskan tembakan sehingga bola melayang di atas mistar gawang China.

Jelang laga usai, Indonesia kembali memiliki peluang emas melalui pergerakkan Greg. Bomber Arema Indonesia tersebut berhasil kawalan lawan dan tinggal berhadapan dengan kiper Zeng Cheng. Apes, tembakan Greg masih bisa diblok Zeng Cheng. Itu menjadi peluang terakhir bagi Merah Putih. Skor 1-1 pun bertahan sampai laga usai.

Susunan Pemain
Indonesia: 1-I Made Wirawan; 4-Victor Igbonefo, 8-Raphael Maitimo, 16-Muhammad Roby, 14-Ruben Sanadi; 19-Ahmad Bustomi (Vendry Mofu 68), 11-Taufiq, 3-Tinus Pae, 21-Slamet Nurcahyono (Titus Bonai 44); 7-Boaz Solossa, 10-Greg Nwokolo
Pelatih: Jacksen F Tiago

China:  1-Zeng Cheng; 3-Sun Xiang; 5-Du Wei, 13-Liu Jianye; 8-Wang Yongpo, 10-Zheng Zhi, 15-Wu Xi, 19-Yang Hao, 20-Wu Lei, 21-Zhang Xizhie; 22-Yu Dabao
Pelatih:  Fu Bo

sumber

Terima kasih sudah sudi mampir dan membaca sedikit ilmu dari www.mediablogseo.info semoga kalian senang dengan apa yang sudah saya berikan kepada anda semua.

Informasi » » » » »
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

0 Komentar "Jalannya Pertandingan Indonesia Lawan China"


Home » Informasi » Jalannya Pertandingan Indonesia Lawan China

PIDATO KEMENANGAN JOKOWI at tvOne [memang (tidak) beda]

Berakhir 22 mei

PIDATO KEMENANGAN JOKOWI at tvOne [memang (tidak) beda] – Selamat datang, Untuk posting kali ini Mediablogseo.info akan berbagi informasi tentang PIDATO KEMENANGAN JOKOWI at tvOne [memang (tidak) beda] . Semoga informasi yang saya berikan kali ini bisa berguna untuk kalian semua, untuk lebih jelasnya silahkan baca selengkapnya di bawah ini.

0 PIDATO KEMENANGAN JOKOWI at tvOne [memang (tidak) beda]

Pidato Lengkap Kemenangan Jokowi-JK

Jakarta - Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2014. Usai penetapan tersebut, pasangan nomor urut 2 itu langsung menyampaikan pidato kemenangan di atas geladak Kapal Phinisi yang berlabuh di Dermaga 9, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada pasangan Prabowo-Hatta. Dia juga menyatakan kemenangannya bersama JK adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Jokowi meminta rakyat yang sebelumnya terkotak-kotak secara politik untuk kembali bersatu mendukung pemerintahannya kelak. 

Berikut isi pidato lengkap yang disampaikan Jokowi di geladak Kapal Phinisi, Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (22/7/2014) malam: 

“SAATNYA BERGERAK BERSAMA”

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah menetapkan kami berdua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih 2014 – 2019.

Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada bapak Prabowo Subianto dan bapak Hatta Rajasa yang telah menjadi sahabat dalam kompetisi politik untuk mendapatkan mandat rakyat untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kemenangan ini adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Saya berharap, kemenangan rakyat ini akan melapangkan jalan untuk mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, perbedaan pilihan politik seakan menjadi alasan untuk memisahkan kita. Padahal kita pahami bersama, bukan saja keragaman dan perbedaan adalah hal yang pasti ada dalam demokrasi, tapi juga bahwa hubungan-hubungan pada level masyarakat adalah tetap menjadi fondasi dari Indonesia yang satu.

Dengan kerendahan hati kami, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, menyerukan kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk kembali ke takdir sejarahnya sebagai bangsa yang bersatu; bangsa yang satu, bangsa Indonesia. Pulihkan kembali hubungan keluarga dengan keluarga, tetangga dengan tetangga, serta teman dengan teman yang sempat renggang.

Kita bersama sama bertanggung-jawab untuk kembali membuktikan kepada diri kita, kepada bangsa-bangsa lain, dan terutama kepada anak-cucu kita, bahwa politik itu penuh keriangan; politik itu di dalamnya ada kegembiraan; politik itu ada kebajikan; politik itu adalah suatu pembebasan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Pemilihan Umum Presiden kali ini memunculkan optimisme baru bagi kita, bagi bangsa ini. Jiwa merdeka dan tanggung jawab politik bermekaran dalam jiwa generasi baru. Kesukarelaan yang telah lama terasa mati suri kini hadir kembali dengan semangat baru. Pemilihan Umum Presiden telah membawa politik ke sebuah fase baru bukan lagi sebagai sebuah peristiwa politik semata-mata, tetapi peristiwa kebudayaan. Apa yang ditunjukkan para relawan, mulai dari pekerja budaya dan seniman, sampai pengayuh becak, memberikan harapan bahwa ada semangat kegotong-royongan, yang tak pernah mati.

Semangat gotong royong itulah yang akan membuat bangsa Indonesia bukan saja akan sanggup bertahan dalam menghadapi tantangan, tapi juga dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, locus dari peradaban besar politik  masa depan.

Saya hakkul yakin bahwa perjuangan mencapai Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang berdikari dan Indonesia yang berkepribadian, hanya akan dapat tercapai dan terwujud apabila kita bergerak bersama.

INILAH SAATNYA BERGERAK BERSAMA!

Mulai sekarang, petani kembali ke sawah.

Nelayan kembali melaut
Anak kembali ke sekolah.
Pedagang kembali ke pasar.
Buruh kembali ke pabrik.
Karyawan kembali bekerja di kantor.

Lupakanlah nomor 1 dan lupakanlah nomor 2, marilah kembali ke Indonesia Raya.

Kita kuat karena bersatu, kita bersatu karena kuat!

Salam 3 Jari, Persatuan Indonesia!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya

Merdeka!!!  Merdeka!!!  Merdeka!!!

Joko Widodo–Jusuf Kalla
22 Juli 2014

http://indonesia-baru.liputan6.com/r…ngan-jokowi-jk

shakehand2 PIDATO KEMENANGAN JOKOWI at tvOne [memang (tidak) beda]

sumber

Terima kasih sudah membaca berita dan info terbaru dari www.mediablogseo.info semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua.

Informasi » » » » » » »
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

0 Komentar "PIDATO KEMENANGAN JOKOWI at tvOne [memang (tidak) beda]"



MediaBlogseo.info / Powered by WordPress / Gemini Theme by JhezeR